Awal Bros Journal of Community Development https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd <p>Awal Bros Journal of Community Development merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Awal Bros. Jurnal Pengabdian Masyarakat ini akan diterbitkan dua kali setahun. Jurnal ini memuat publikasi hasil pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu yang dapat dimanfaatkan atau diterapkan dalam lingkungan masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat. Jurnal ini berisikan berbagai macam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh internal Universitas Awal Bros maupun dari eksternal.</p> <p><strong>RINGKASAN JURNAL</strong></p> <table style="height: 154px;" width="975"> <tbody> <tr> <td>Judul Jurnal</td> <td>:</td> <td><a href="http://ojs.stikesawalbrospekanbaru.ac.id/index.php/abjcd/index" target="_blank" rel="noopener">Awal Bros Journal of Community Development</a></td> </tr> <tr> <td>Frekuensi</td> <td>:</td> <td>Dua Kali Setahun</td> </tr> <tr> <td>ISSN Online</td> <td>:</td> <td><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1599637205">2746-0142</a></td> </tr> <tr> <td>Bahasa</td> <td>:</td> <td>Indonesian &amp; English</td> </tr> <tr> <td>Penerbit</td> <td>:</td> <td><a href="https://lppm.stikesawalbrospekanbaru.ac.id/index" target="_blank" rel="noopener">Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Awal Bros </a></td> </tr> </tbody> </table> LPPM Universitas Awal Bros en-US Awal Bros Journal of Community Development 2746-0142 SOSIALISASI LITERASI DIGITAL QUR’ANI MELALUI PROGRAM ISTIQOMAH BERBASIS APLIKASI MOBILE DENGAN PENDEKATAN PARTICIPATORY LEARNING AND ACTION https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd/article/view/700 <p>Di era digital saat ini, kebiasaan membaca Al-Qur’an mengalami penurunan yang signifikan, terutama di kalangan generasi muda. Hal ini disebabkan oleh dominasi aktivitas digital seperti media sosial, gim, dan hiburan daring lainnya. Menanggapi fenomena tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Yayasan Generasi Umat Terbaik (YGUT) melakukan kegiatan sosialisasi literasi Qur’ani melalui program “Istiqomah” berbasis aplikasi mobile. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan <em>Participatory Learning and Action (PLA)</em>, yang menekankan pelibatan aktif masyarakat dalam proses penyusunan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk pelatihan penggunaan aplikasi, diskusi kelompok terfokus, serta penguatan komunitas melalui fitur interaktif aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan minat peserta untuk kembali menghidupkan budaya mengaji secara konsisten, serta terbentuknya jejaring komunitas pengaji digital.</p> Muhamad Roihan Alazhari bobi Handoko Shelly Angella Dedy Yasriady Hak Cipta (c) 2025 Muhamad Roihan Alazhari, Bobi Handoko, Shelly Angella, Dedy Yasriady 2025-08-01 2025-08-01 6 2 1 7 10.54973/abjcd.v6i2.700 PENCATATAN KEUANGAN RUMAH TANGGA: BEBAS PUSING ATUR UANG BULANAN PADA RADIO BHARABAS 97,5 FM PEKANBARU https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd/article/view/701 <p>Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan rumah tangga melalui penerapan praktik pencatatan keuangan yang efektif. Permasalahan umum yang sering dihadapi banyak rumah tangga adalah ketidakmampuan mengatur arus kas secara sistematis, kesulitan melacak pengeluaran, serta minimnya perencanaan untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang. Kondisi ini seringkali berujung pada tekanan finansial dan ketergantungan pada utang. Pemilihan topik ini didasari urgensi untuk membekali masyarakat dengan kemampuan dasar akuntansi personal yang praktis, mengingat pentingnya stabilitas finansial sebagai fondasi kesejahteraan keluarga.</p> <p>Metode pelaksanaan pengabdian ini berpusat pada penyampaian edukasi interaktif dan lokakarya langsung, yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pemahaman konsep dasar pencatatan pendapatan dan pengeluaran, pembuatan anggaran realistis, serta identifikasi pos-pos pengeluaran prioritas. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, lugas, dan relevan dengan pengalaman sehari-hari. Lokakarya juga mencakup simulasi praktik pencatatan keuangan menggunakan alat sederhana, seperti buku kas manual atau aplikasi seluler gratis, untuk memastikan keterampilan yang diajarkan dapat langsung diaplikasikan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya pencatatan keuangan, serta perubahan positif dalam perilaku pengelolaan uang harian mereka. Banyak peserta melaporkan rasa "Bebas Pusing Atur Uang Bulanan" setelah mengaplikasikan metode yang diajarkan, dengan kemampuan untuk mengidentifikasi kebocoran anggaran dan merencanakan alokasi dana secara lebih cermat. Kesimpulan singkat dari pengabdian ini adalah bahwa literasi akuntansi personal merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan rumah tangga, dan edukasi yang tepat sasaran mampu memberdayakan masyarakat untuk mencapai stabilitas finansial dan mewujudkan tujuan keuangan mereka secara lebih terencana<em>.</em></p> <p><strong>Kata Kunci </strong><em>: </em>Literasi Keuangan Rumah Tangga, Pencatatan Keuangan, Radio Edukasi</p> Dinna Nurhasanah Yolanda Safitri Nelaz Neni Afriyani Hak Cipta (c) 2025 Dinna Nurhasanah, Yolanda Safitri Nelaz, Neni Afriyani 2025-08-01 2025-08-01 6 2 8 14 10.54973/abjcd.v6i2.701 SOSIALISASI BAHAYA PEGGUNAAN GADGET TERHADAP KESEHATAN PADA REMAJA https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd/article/view/705 <p>Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membuat gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti Computer Vision Syndrome (CVS), gangguan muskuloskeletal, dan penurunan kualitas tidur. Observasi awal di SMA Negeri 10 Pekanbaru menunjukkan bahwa 78% siswa mengalami gejala CVS, 65% mengeluh nyeri leher dan punggung, serta 42% mengalami gangguan tidur. Meskipun 91% responden menyadari dampak negatif gadget, hanya 12% yang konsisten membatasi penggunaannya. Untuk mengatasi hal ini, tim peneliti melaksanakan program sosialisasi partisipatif di SMA Negeri 10 Pekanbaru dengan metode ceramah, diskusi, dan pelatihan praktis seperti teknik 20-20-20, postur tubuh yang benar, serta workshop digital detox. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 62% berdasarkan pre-test dan post-test, serta antusiasme tinggi terhadap solusi praktis yang diberikan. Program ini juga membentuk peer educator untuk memastikan keberlanjutan edukasi. Kesimpulannya, sosialisasi interaktif dan pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku remaja terkait penggunaan gadget. Diperlukan perluasan program serupa ke sekolah lain untuk meminimalkan dampak negatif gadget pada kesehatan remaja.</p> Afifah Cahayani Adha Alfitri Yana Yunita Sisi Hendriani Yolanda Safitri Nelaz Hak Cipta (c) 2025 Afifah Cahayani Adha, Alfitri Yana Yunita, Sisi Hendriani, Yolanda Safitri Nelaz 2025-08-01 2025-08-01 6 2 15 19 10.54973/abjcd.v6i2.705 OPTIMALISASI KEBIJAKAN SISTEM RUJUKAN BERJENJANG PASIEN BADAN PENYELENGGAR JAMINAN SOSIAL (BPJS) DI PUSKESMAS SAPTA TARUNA https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd/article/view/720 <p>Sistem rujukan berjenjang dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan medis peserta. Namun, pelaksanaan sistem ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian alur rujukan, rendahnya pemahaman peserta terhadap mekanisme rujukan, serta keterbatasan fasilitas di tingkat layanan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam sistem rujukan berjenjang BPJS dan memberikan rekomendasi optimalisasi berbasis teknologi informasi, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan koordinasi antar fasilitas kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi sistem rujukan dapat dicapai dengan digitalisasi proses rujukan, sosialisasi berkelanjutan kepada peserta dan tenaga medis, serta peningkatan kapabilitas fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan perbaikan yang tepat, sistem rujukan berjenjang BPJS diharapkan mampu meningkatkan akses, mutu, dan kontinuitas pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta JKN.</p> Agus Salim Hairuning Suci Angela Intan Aulia Cantika Starla Putri Romanda Indah Ramadhani Hak Cipta (c) 2025 Agus Salim, Hairuning Suci Angela, Intan Aulia, Cantika Starla Putri Romanda, Indah Ramadhani 2025-08-07 2025-08-07 6 2 20 26 10.54973/abjcd.v6i2.720 EDUKASI ALUR SISTEM INFORMASI PUSKESMAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SAPTA TARUNA PEKANBARU https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd/article/view/719 <p>Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang merupakan bagian dari pekerjaan internal suatu bisnis yang terdiri dari penggunaan dokumen, orang, teknologi dan prosedur dalam akuntansi manajemen. Sistem informasi manajemen juga merupakan sistem logis yang menyediakan semua informasi untuk membantu fungsi operasional, manajemen, dan pengambilan keputusan suatu organisasi. Sistem informasi manajemen (SIM) adalah suatu sistem informasi yang dapat menciptakan hasil keluaran dengan menggunakan masukan-masukan dan berbagai proses yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu hal manajemen. Sistem informasi manajemen merupakan suatu sistem yang komprehensif, bertujuan untuk menyajikan informasi yang jauh lebih luas dibandingkan informasi akuntansi historis. Teknologi informasi dapat mengatasi keterbatasan untuk mengelola sumber daya yang ada dengan lebih cepat, efisien&nbsp;dan&nbsp;efektif.Salah satu sistem informasi manajemen pada pelayanan kesehatan yaitu Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS), yang&nbsp; merupakan sistem digital yang dirancang untuk mendukung pengelolaan layanan kesehatan di Puskesmas secara terintegrasi. Sistem ini membantu dalam proses pendaftaran pasien, pencatatan riwayat medis, pengelolaan obat, hingga pelaporan ke Dinas Kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang alur kerja serta manfaat implementasi SIMPUS kepada tenaga kesehatan di Puskesmas. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan efisiensi dan akurasi layanan kesehatan tingkat pertama dapat meningkat secara signifikan.</p> Anastasya Shinta Yuliana Khairunnisa Khairunnisa Annisa Andriani Melisa Melisa Muhammad Fauzan Aidhil Hak Cipta (c) 2025 Anastasya Shinta Yuliana; Khairunnisa Khairunnisa, Annisa Andriani, Melisa Melisa, Muhammad Fauzan Aidhil 2025-08-06 2025-08-06 6 2 27 33 10.54973/abjcd.v6i2.719 IMPLEMENTASI DELAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT SEJAK DINI DI SEKOLAH DASAR https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd/article/view/723 <p>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah kebiasaan dasar yang perlu ditanamkan sejak dini, terutama pada anak usia sekolah. Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap pentingnya PHBS di lingkungan sekolah dan rumah. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, praktik langsung, serta pre-test dan post-test untuk evaluasi. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa mengalami peningkatan kesadaran dan telah menerapkan sebagian besar indikator PHBS dengan baik. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif partisipatif mampu membentuk perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.</p> Wulan Pramadhani Danil Hulmansyah Annisa Olivia Naiza Amelia Putri Hak Cipta (c) 2025 Wulan Pramadhani, Danil Hulmansyah, Annisa Olivia, Naiza Amelia Putri 2025-08-06 2025-08-06 6 2 34 38 10.54973/abjcd.v6i2.723 MENINGKATKAN KESEHATAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL DALAM PADA MASYARAKAT KURANG MAMPU https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd/article/view/711 <p>Kegiatan khitanan massal atau sunatan massal merupakan suatu bentuk perhatian yang ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu. Dari sudut pandang medis, khitanan atau sunatan mempunyai manfaat bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus bakteri dan lain-lain yang dapat membahayakan kesehatan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Baznas Rokan Hulu, dimana sasaran pesertanya adalah anak-anak usia prasekolah dan usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu berjumlah 25 anak. Pelaksanaan sunatan massal dilaksanakan pada Hari Kamis Tanggal 17 Juli 2025 Mulai pukul 8.00 pagi selama 1 hari. Rancangan kegiatan ini antara lain: 1) Pendataan jumlah peserta sunatan massal yaitu anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tinggal di sekitar Ujung Batu. 2) Menyusun rencana anggaran untuk kebutuhan khitanan masal antara lain; kebutuhan bahan habis pakai, obat-obatan dan lain sebagainya. 3) Evaluasi pasca khitanan, peserta diminta untuk datang kontrol ke RS lebih kurang 3 hari pasca khitanan, untuk dilakukan pemantauan luka. Metode pada kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan secara personal kepada calon peserta khitanan massal. Kegiatan khitanan massal ini melibatkan berbagai pihak, tenaga medis maupun non medis berjumlah 20 orang yang terdiri dari 12 orang tenaga medis dan 8 orang tenaga non medis. Seluruh peserta telah menjalani prosedur khitan dengan lancar tanpa adanya komplikasi serius. Para orang tua mengungkapkan rasa syukur karena anak mereka dapat memperoleh layanan kesehatan secara aman, nyaman, dan tanpa biaya. Khitanan massal bukan hanya sekadar layanan kesehatan gratis, tetapi juga merupakan investasi sosial dan kesehatan jangka panjang. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa program ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari segi kesehatan, ekonomi, maupun hubungan sosial. Ke depannya, diharapkan kegiatan serupa terus digalakkan dan diperluas jangkauannya agar semakin banyak anak yang mendapatkan manfaatnya.</p> Fani Farhansyah Hak Cipta (c) 2025 Fani Farhansyah 2025-08-11 2025-08-11 6 2 39 43 10.54973/abjcd.v6i2.711 ALUR PELAYANAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI PUSKSEMAS SEI PANAS https://journal.univawalbros.ac.id/index.php/abjcd/article/view/709 <p>Kegiatan pelayanan dimulai dari proses pendaftaran pasien melalui mesin e-Antrian dan Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ). Prosedur pendaftaran pasien di bagian rawat jalan terbagi menjadi pasien baru dan pasien lama. Prosedur yang terstruktur dapat mengurangi potensi terhambatnya proses pendaftaran, sehingga akan mempercepat alur pelayanan dan dapat meningkatkan kepuasan pasien. Proses pelayanan pendaftaran rawat jalan di Puskesmas Sei Panas telah berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan, dengan adanya sistem e-Antrian yang mempermudah pendaftaran pasien. Namun, dari hasil observasi di Puskesmas Sei Panas menunjukkan adanya pasien yang tidak membawa identitas diri, sehingga menyebabkan hambatan dalam proses pendaftaran pasien rawat jalan. Hal ini akan berdampak pada kurangnya efektivitas pelayanan pendaftaran rawat jalan di Puskesmas Sei Panas. Beberapa kendala tersebut meliputi Pasien yang tidak membawa identitas diri (KTP / KK / BPJS / KIA) saat mendaftar untuk berobat. Karena beberapa kendala tersebut, maka kami melakukan sosialisasi kepada pasien agar membawa identitas diri sebelum datang ke puskesmas. Sehingga tidak menghambat petugas dalam melakukan proses pendaftaran.</p> Frasya Amanda Nafisa Nur Indah Safitri Sinta Niswatun Hasanah Desfa Anisa Hak Cipta (c) 2025 Frasya Amanda Nafisa, Nur Indah Safitri, Sinta Niswatun Hasanah, Desfa Anisa 2025-08-11 2025-08-11 6 2 44 49 10.54973/abjcd.v6i2.709