MANAGEMENT OF APPENDICOGRAM EXAMINATION WITH THE APPENDICITIS CLINICIAN AT THE AULIA HOSPITAL RADIOLOGY INSTALLATION
DOI:
https://doi.org/10.54973/miror.v5i2.1000Keywords:
Appendicogram, , Barium Sulfate, , Radiology Department, , Aulia HospitalAbstract
Modalitas konvensional CR ( Computer Tomography) sangat berguna memperoleh diagnosa pada apendix . Appendicogram adalah pemeriksaan appendix berupa foto yang dapat membantu melihat adanya sumbatan atau kotoran pada usus buntu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan Apendikogram dengan apendisitis klinis di Instalasi Aulia Hospital , untuk mengetahui mengapa terdapat perbedaan teknik pemeriksaan apendikogram antara teori dan Aulia Hospital. dan melihat hasil radiografi Appendicogram dengan waktu tunggu enam jam.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi langsung ,wawancara dengan informan dan dokumentasi yang di lakukan di Aulia Hospital .Objek penelitian adalah 1 orang pasien yang telah menjalani pemeriksaan apendikogram dengan klinis apendisitis di RS Aulia Hospital.
Hasil penelitian ini adalah tentang prosedur pemeriksaan appendicogram dengan klinis appendisitis di Instalasi Radiologi Aulia Hospital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya dalam penatalaksanaan pemeriksaan appendicogram pada setelah minum media kontras pasien tidak diperbolehkan buang air besar hingga pemeriksaan dilakukan. Waktu tunggu yang di gunakan di Instalasi Radiologi Aulia Hospital yaitu minimal 6-7 jam sedangkan 12 jam merupakan waktu maksimal. Dalam waktu tunggu 6-7 jam tersebut kontras sudah mencapai area appendix dan sudah dapat untuk menegakkan diagnosa. Proyeksi yang di gunakan yaitu plan foto, AP Kontras, RPO, LPO, dan jika masih kurang menegakkan diagnosa maka di tambah proyeksi lateral.
Downloads
References
Akhmad Kheru, N. P. (2022). Perbedaan jumlah leukosit pasien apendisitis akut dan perforasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 161–167.
Angella, S., & Supriyanto, A. (2022). Penatalaksanaan appendicogram dengan klinis apendisitis di Instalasi Radiologi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Medical Imaging and Radiation Protection Research Journal, 3(1), 22–26.
Bartimeus, H. (2021). Hubungan hiperbilirubinemia dengan derajat keparahan appendicitis akut.
Bhangu, A., Søreide, K., Di Saverio, S., Assarsson, J. H., & Drake, F. T. (2015). Acute appendicitis: Modern understanding of pathogenesis, diagnosis, and management. The Lancet, 386(10000), 1278–1287. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)00275-5
Bontrager, K. L., & Lampignano, J. P. (2018). Bontrager's textbook of radiographic positioning and related anatomy (9th ed.). Elsevier.
Di Saverio, S., Podda, M., De Simone, B., Ceresoli, M., Augustin, G., Gori, A., Boermeester, M. A., Sartelli, M., Coccolini, F., Tarasconi, A., et al. (2020). Diagnosis and treatment of acute appendicitis: 2020 update of the WSES Jerusalem guidelines. World Journal of Emergency Surgery, 15(27). https://doi.org/10.1186/s13017-020-00306-3
Dimas Assyakurrohim, D. I. (2023). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 1–9.
European Society of Radiology. (2019). ESR concept paper on value-based radiology. Insights into Imaging, 10(1), 1–8.
Nugraha, R. A. (2019). Sosialisasi manfaat pemeriksaan radiologi sebagai upaya edukasi dokter kepada pasien penyakit dalam.
Paulson, E. K., Kalady, M. F., & Pappas, T. N. (2003). Clinical practice: Suspected appendicitis. The New England Journal of Medicine, 348(3), 236–242. https://doi.org/10.1056/NEJMcp013351
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asshy Artata , Doni Aprialdi Panjaitan , Nurhayati Lumbantoruan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.