EDUKASI DAN PRAKTIK PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA BAGI SISWA SMA OLAHRAGA

Penulis

  • Alfitri Yana Yunita yana
  • Afifah Cahayani Adha
  • Marliana

DOI:

https://doi.org/10.54973/abjcd.v7i1.818

Kata Kunci:

Cedera Olahraga, Edukasi Kesehatan, Pertolongan Pertama, Siswa SMA

Abstrak

Cedera olahraga merupakan risiko yang lazim dihadapi oleh siswa SMA, khususnya di sekolah berbasis olahraga, akibat intensitas latihan dan kompetisi yang tinggi. Permasalahan utama adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat, yang berpotensi memperparah cedera dan memperlambat pemulihan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMA Olahraga Pekanbaru melalui edukasi dan pelatihan praktik pertolongan pertama cedera olahraga. Metode yang digunakan adalah workshop interaktif yang menggabungkan penyampaian teori (meliputi prinsip RICE/POLICE, identifikasi cedera umum) dengan simulasi praktik langsung (seperti teknik pembalutan dan imobilisasi) menggunakan alat peraga. Sasaran kegiatan adalah 20 siswa dari berbagai cabang olahraga. Luaran yang diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta (diukur melalui pre-test dan post-test), serta produk pendukung berupa modul pelatihan, video dokumentasi, dan artikel ilmiah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya keselamatan berolahraga dan mengurangi dampak negatif cedera yang tidak tertangani dengan benar.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

American College of Sports Medicine (ACSM). (2021). ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription (11th ed.). Wolters Kluwer. (1)

Andersen, M. B., & Williams, J. M. (2011). A model of stress and athletic injury: Prediction and prevention. Journal of Sport and Exercise Psychology, 10(3), 294–306.

Bleakley, C. M., Glasgow, P., & MacAuley, D. C. (2012). PRICE needs updating, should we call the POLICE? British Journal of Sports Medicine, 46(2), 220–221. https://doi.org/10.1136/bjsports-2011-090297

Dubois, B., & Esculier, J. F. (2020). Soft-tissue injuries simply need PEACE and LOVE. British Journal of Sports Medicine, 54(2), 72–73. https://doi.org/10.1136/bjsports-2019-101253

Finch, C. F., Gabbe, B. J., White, P., et al. (2011). A pilot randomised controlled trial of a group-based injury prevention programme for junior Australian football: The Preventing Australian Football Injuries through Exercise (PAFIX) Study. Journal of Science and Medicine in Sport, 14(3), 477–481.

Mirkin, G. (1978). The Sportsmedicine Book. Little, Brown and Company.(3)

Setyawan, D. (2019). Pengetahuan pertolongan pertama cedera olahraga pada atlet pelajar di Indonesia. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 12(1), 45–56.

Van den Bekerom, M. P., Struijs, P. A., Blankevoort, L., Welling, L., van Dijk, C. N., & Kerkhoffs, G. M. (2012). What is the evidence for rest, ice, compression, and elevation therapy in the treatment of ankle sprains in adults? Journal of Athletic Training, 47(2), 435–443. https://doi.org/10.4085/1062-6050-47.4.14

Diterbitkan

20-02-2026

Cara Mengutip

yana, A. Y. Y., Afifah Cahayani Adha, & Marliana. (2026). EDUKASI DAN PRAKTIK PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA BAGI SISWA SMA OLAHRAGA. Awal Bros Journal of Community Development, 7(1), 1–7. https://doi.org/10.54973/abjcd.v7i1.818