PENYULUHAN DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI RADIOLOGI UNTUK DETEKSI DINI PENYAKIT PADA MASYARAKAT KELURAHAN TANABERU KECAMATAN BONTOBAHARI BULUKUMBA
DOI:
https://doi.org/10.54973/abjcd.v7i2.907Kata Kunci:
Penyuluhan, Pemeriksaan Kesehatan, Teknologi Radiologi, Deteksi Dini Penyakit, TanaberuAbstrak
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berlokasi di Kelurahan Tanaberu, Kecamatan Bontobahari ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi kesehatan masyarakat pesisir mengenai pemanfaatan teknologi radiologi untuk deteksi dini penyakit serta adanya stigma negatif terkait bahaya radiasi. Tujuan utama dari program ini adalah melakukan transformasi paradigma kesehatan masyarakat melalui kampanye edukatif "Jangan Tunggu Sakit: Rahasia Hidup Sehat dengan Deteksi Dini Melalui Teknologi Radiologi" dengan target khusus berupa peningkatan pemahaman terhadap urgensi deteksi dini, pengenalan berbagai modalitas radiologi seperti Rontgen, USG, dan Mammografi, serta reduksi mitos seputar keamanan radiasi. Selain itu, kegiatan ini ditargetkan mampu memberikan panduan praktis bagi warga dalam mengakses skrining kesehatan secara mandiri maupun melalui fasilitas kesehatan formal. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah Pendidikan Kesehatan Masyarakat Terpadu yang melibatkan 57 peserta melalui tiga tahapan sistematis. Tahap pertama diawali dengan evaluasi awal (pre-test) untuk memetakan tingkat pengetahuan dasar warga, dilanjutkan dengan tahap edukasi interaktif menggunakan teknik penyederhanaan istilah medis dan penggunaan alat peraga visual untuk memudahkan pemahaman teknis. Tahap terakhir ditutup dengan evaluasi akhir (post-test) dan monitoring kepuasan untuk mengukur efektivitas metode melalui analisis statistik N-Gain Score. Hasilnya, rencana kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan dari skor 42,4 menjadi 86,2 dengan tingkat kepuasan mencapai 94,47%, yang sekaligus menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program di masa mendatang.
Unduhan
Referensi
American College of Radiology (ACR). ACR Practice Parameter for the Performance of Screening and Diagnostic Mammography. Reston: ACR; 2024.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Pedoman Teknis Proteksi dan Keselamatan Radiasi pada Pemanfaatan Pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional. Jakarta: BAPETEN; 2022.
Bontrager KL, Lampignano JP. Textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomy. 10th ed. St. Louis: Elsevier; 2023.
Bushong SC. Radiologic Science for Technologists: Physics, Biology, and Protection. 12th ed. St. Louis: Elsevier; 2024.
Hake RR. Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics. 2022;66(1):64-74.
International Atomic Energy Agency (IAEA). Radiation Protection and Safety in Medical Uses of Ionizing Radiation. Vienna: IAEA Safety Standards Series No. SSG-46; 2024.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian penyakit terkait Skrining Thorax. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.
Mulyono S. Metodologi Pengabdian Masyarakat: Pendekatan Partisipatif dalam Peningkatan Literasi Kesehatan. Jakarta: Pendidikan Medika; 2022.
Sari M, Risalah B. Strategi Komunikasi Efektif dalam Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Pesisir. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan. 2022;8(2):145-152.
World Health Organization (WHO). Screening programmes: a short guide. Increase effectiveness, maximize benefits and minimize harm. Geneva: World Health Organization; 2022.







