PENDAMPINGAN PEMAHAMAN MANFAAT REKAM MEDIS DALAM KESELAMATAN PASIEN DAN PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM MADANI
DOI:
https://doi.org/10.54973/abjcd.v7i2.912Kata Kunci:
Pendampingan, Rekam Medis, KeselamatanAbstrak
Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya. Keselamatan pasien merupakan tantangan tersendiri bagi fasilitas pelayanan kesehatan karena butuh adanya kesadaran dan pengetahuan dari seluruh pihak yang terlibat, dimulai dari tenaga medis dan berlanjut pada tenaga kesehatan lainnya, serta tentunya juga dari pihak pasien dan keluarga pasien. Pengetahuan tentang manfaat rekam medis bagi keselamatan pasien dan petugas kesehatan sangat penting diketahui oleh pasien, keluarga pasien dan petugas kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mencegah resiko-resiko yang mungkin terjadi dan menjaga keselamatan pasien dan petugas kesehatan. Upaya penyuluhan ini merupakan salah satu strategi pengendalian resiko atau kecelakaan terhadap pasien dan tenaga kesehatan. Rumah Sakit Daerah Madani untuk kelengkapan rekam medis terbilang cukup baik meskipun masih ada yang ditemukan ketidaklengkapan khususnya tanda tangan dokter. Pencatatan dokumen rekam medis harus dilakukan selambat-lambatnya dalam kurun waktu 1X24 jam setelah pasien menerima pelayanan kesehatan dengan berbagai ketentuan. Dalam pelaksanaannya, dokter maupun tenaga kesehatan lainnya yang memberikan pelayanan kesehatan mengemban kewajiban dalam melakukan pencatatan dokumen rekam medis serta melengkapinya dengan menuliskan nama terang dan tanggal. Metode pengabdian kepada Masyarakat yaitu deskriktif, informan yang berjumlah 3 orang yaitu Penanggung Jawab Rekam Medis, 2 orang Petugas Analisa kelengkapan rekam medis. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sumber data yang terdiri darai data primer dan sekunder, pengolahan data dengan teknik triangulasi, dan teknik analisa data deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil pengabdian yaitu, SDM dalam rekam medis berjumlah 12 orang dengan 3 shift yang berbeda-beda dengan dengan latarbelakang rekam medis, kelengkapan rekam medis cukup baik hal ini terlihat dari tidak adanya tanda tangan dokter, nama jelas dan diagnose akhir, untuk pelatihan belum semuanya mengikuti. Kesimpulan jumlah SDM rekam medis untuk pelatihan belum merata terutama bagi petugas kesehatan yang terlibat dalam pengisian rekam medis dan pelaksanaan penerapan kelengkapan rekam medis belum berjalan secara optimal.
Unduhan
Referensi
Depkes RI. (2006). Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia. Jakarta: Depkes RI.
Depkes RI. No. 269/MenKes/Per/III/2008, Tentang Rekam Medis. Jakarta : Depkes RI.
Depkes RI. 2006. Pedoman Pengelolaan Dokumen Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jendral Pelayanan Rekam Medik.
Kemenkes RI, “Pemenkes 269/PER/III/2008 tentang Rekam Medis,” Kemenkes RI pp. 1–7, 2008
Pemerintah Republik Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta: Pemerintah RI ; 2009.
Wirajaya MK, Nuraini N. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Ketidaklengkapan Rekam Medis Pasien pada Rumah Sakit di Indonesia. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia. 2019;7(2).







