HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA DENGAN KEPATUHAN MENJALANI FISIOTERAPI PASIEN PASCA STROKE DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
DOI:
https://doi.org/10.54973/jham.v5i1.582Kata Kunci:
Sosial Ekonomi, Budaya, Kepatuhan, Fisioterapi, Pasien Pasca StrokeAbstrak
Kepatuhan dalam menjalani fisioterapi merupakan faktor penting dalam proses pemulihan pasien pasca stroke. Tingkat sosial ekonomi dan budaya diduga memiliki peran yang signifikan dalam mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi dan budaya dengan kepatuhan menjalani fisioterapi pada pasien pasca stroke di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari pasien pasca stroke yang menjalani fisioterapi di RSUD Arifin Achmad, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis pasien, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi untuk mengetahui hubungan antara tingkat sosial ekonomi, budaya, dan kepatuhan terhadap fisioterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan pasien dalam menjalani fisioterapi (p < 0,05), di mana pasien dengan tingkat sosial ekonomi lebih tinggi cenderung lebih patuh terhadap jadwal terapi. Selain itu, faktor budaya, seperti kepercayaan terhadap pengobatan tradisional dan dukungan keluarga, juga memiliki pengaruh terhadap kepatuhan pasien. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dalam program rehabilitasi pasca stroke dengan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi dan budaya untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap fisioterapi.