EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR PADA PELAYANAN RAWAT INAP TAHUN 2024 DI RUMAH SAKIT AWAL BROS GAJAH MADA TANGGAL 20 JANUARI S/D 05 FEBRUARI 2025
DOI:
https://doi.org/10.54973/jham.v6i2.811Kata Kunci:
efisiensi tempat tidur, Barber Johnson, rawat inap, sensus harian, manajemen rumah sakitAbstrak
Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan indikator penting dalam menilai kinerja dan kualitas pelayanan rawat inap rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi penggunaan tempat tidur di Rumah Sakit Awal Bros Gajah Mada tahun 2024 menggunakan metode Barber Johnson yang mencakup empat indikator utama: Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Data diperoleh dari laporan Sensus Harian Rawat Inap, dengan total 57.729 hari perawatan, 261 tempat tidur tersedia, serta 19.432 pasien keluar. Hasil menunjukkan bahwa indikator AvLOS, TOI, dan BTO telah memenuhi standar ideal Barber Johnson, sedangkan BOR masih berada di bawah batas optimal. Kendala utama dalam penyusunan indikator adalah ketidaklengkapan pengisian sensus harian yang menyebabkan ketidaksesuaian data. Faktor penyebabnya antara lain beban kerja perawat yang tinggi serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur pengisian sensus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian besar indikator menunjukkan efisiensi, peningkatan nilai BOR dan ketepatan pengisian sensus perlu dilakukan agar pengelolaan sumber daya rumah sakit lebih optimal.
Unduhan
Referensi
D, C. A., Zaman, K., & Devi, L. S. K. (2025). ANALISA KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD MUHAMMAD SANI TAHUN 2024. 6, 3454–3460.
Devi. (2021). faktor penyebab ketidaksesuaian pencatatan sensus harian rawat inap. 1–8.
Garmelia, J. T. (n.d.). Review Implementation Of Daily Census Activity Inpatient In RSUD Kota Salatiga Tinjauan Pelaksanaan Kegiatan Sensus Harian Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Salatiga Elise Garmelia Sri Lestari Sudiyono Cory Puspa Sari Dewi Jurusan Rekam Medis dan. 27–36.
KHOIRUN, U. (2020). STATISTIK DI FASILITASLAYANAN KEKSEHATAN.
M Luthfi Fauzi, Yuda Syahidin, S. W. (2021). MICROSOFT VISUAL STUDIO 2013. 5(2), 29–37.
Manajemen, A., & Yogyakarta, A. (2025). BOR, LOS, TOI DAN BTO. 01(01), 179–189.
Permenkes. (2022). Permenkes nomor 24 tahun 2022.
Sirait, F., Anugrah, I., Hura, S., Kesehatan, M. I., Santa, S., & Medan, E. (2024). Tinjauan Pemanfaatan Data Sensus Harian Rawat Inap. 3(1), 44–51. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v3i1.2253
Swari, S. J., Verawati, M., Studi, P., Informasi, M., Kesehatan, J., & Jember, P. N. (2022). Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit. 3(4), 269–275. https://doi.org/10.25047/j-remi.v3i4.3256
Trisna, W. V. (2023). Journal of Hospital Management and Health Sciences ( JHMHS ) Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Sensus Harian Rawat Inap di Rumah Sakit “ x ” Kota Pekanbaru Wen Via Trisna STIKes Hang Tuah Pekanbaru Email : [email protected] Abstrac Abstrak. 3(2).








