PENGARUH KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP OUTCOME PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIS 2020–2025

Penulis

  • Chairil Universitas Muhammadiyah Riau
  • Tri Siwi Kusumaningrum Universitas Muhammadiyah Riau
  • Maswarni Universitas Muhammadiyah Riau

DOI:

https://doi.org/10.54973/jham.v7i1.858

Kata Kunci:

kepatuhan minum obat, tuberkulosis paru, outcome pengobatan, tinjauan sistematis

Abstrak

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan tingginya angka kejadian dan masih ditemukannya ketidakberhasilan pengobatan. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat antituberkulosis (OAT) merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan outcome pengobatan tuberkulosis paru di Indonesia melalui tinjauan sistematis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada artikel yang diterbitkan selama Januari 2020–Maret 2026 dari beberapa basis data ilmiah. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi hubungan antara kepatuhan minum OAT dan outcome pengobatan TB paru. Hasil: Sebanyak delapan artikel memenuhi kriteria inklusi. Seluruh penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan outcome pengobatan. Pasien yang patuh memiliki peluang kesembuhan dan keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi, sedangkan ketidakpatuhan meningkatkan risiko kegagalan terapi, putus berobat, kekambuhan, dan tuberkulosis resisten obat. Kepatuhan dipengaruhi oleh pengetahuan dan motivasi pasien, dukungan keluarga, peran Pengawas Minum Obat (PMO), serta akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Kepatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan outcome pengobatan tuberkulosis paru di Indonesia. Upaya peningkatan kepatuhan melalui edukasi, penguatan dukungan keluarga, optimalisasi peran PMO, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan perlu diprioritaskan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alamsyah, D. (2011) Manajemen Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Andriani, & Sunarto. (2009). Hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan, ISSN 1979-7621, Volume 2, Nomor 1, Juni 2009. Diakses pada 26 Februari 2016, dari https://publikasiilmiah.ums.ac.id.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Aulia, R., Handayani, L., & Putra, Y. (2020). Hubungan kepatuhan minum obat dengan keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru. Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 23, Nomor 2. Diakses pada 12 Januari 2024, dari https://jki.ui.ac.id.

Siregar, R., Nasution, S., & Lubis, Z. (2020). Faktor yang memengaruhi keberhasilan pengobatan TB paru di puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Volume 16, Nomor 1. Diakses pada 10 Februari 2024, dari https://journal.unnes.ac.id.

Putri, D., Wahyuni, S., & Lestari, A. (2021). Kepatuhan minum obat dan kejadianputus berobat pada pasien tuberkulosis. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, Volume 6, Nomor 2. Diakses pada 5 Maret 2024, dari https://ejournal.litbang.kemkes.go.id

Hidayat, R., Prasetyo, B., & Rahmawati, I. (2021). Peran pengawas minum obat terhadap kepatuhan pasien TB paru. Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 9, Nomor 1. Diakses pada 18 Maret 2024, dari https://jurnal.stikes.ac.id.

Lestari, N., Sari, P., & Utami, R. (2022). Hubungan kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pasien TB paru. Jurnal Keperawatan Klinis, Volume 5, Nomor 2. Diakses pada 20 April 2024, dari https://journal.stikes.ac.id.

Rahman, A., Yuliana, E., & Fauzi, M. (2023). Faktor determinan keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, Volume 17, Nomor 1. Diakses pada 7 Mei 2024, dari https://jurnal.unand.ac.id.

Yuliani, S., Dewi, R., & Hartono, T. (2024). Kepatuhan pengobatan dan risiko TB resisten obat. Jurnal Penelitian Kesehatan, Volume 14, Nomor 1. Diakses pada 2 Juni 2024, dari https://journal.poltekkes.ac.id. [10]

Sari, M., Kurniawan, D., & Prabowo, A. (2025). Analisis faktor kepatuhan pasien TB paru dalam menjalani pengobatan. Jurnal Keperawatan Komunitas, Volume 8, Nomor 1. Diakses pada 10 Januari 2025, dari https://journal.unnes.ac.id. [11]

World Health Organization. (2020). Global Tuberculosis Report 2020. Geneva: WHO Press. Diakses pada 15 Februari 2024, dari https://www.who.int. [12]

World Health Organization. (2021). Consolidated Guidelines on Tuberculosis. Geneva: WHO Press. Diakses pada 18 Februari 2024, dari https://www.who.int. [13]

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. [14]

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach. New York: McGraw-Hill. [15]

Kurniawan, H., & Setiawati, D. (2022). Hubungan pengetahuan pasien dengan kepatuhan minum obat TB. Jurnal Kesehatan Primer, Volume 7, Nomor 2. Diakses pada 3 Mei 2024, dari https://jurnal.poltekkes.ac.id. [16]

Prasetya, A., & Laily, N. (2023). Dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan TB paru. Jurnal Keperawatan Holistik, Volume 6, Nomor 1. Diakses pada 9 Juni 2024, dari https://journal.stikes.ac.id. [17]

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. [18]

Munro, S. A., Lewin, S. A., Smith, H. J., Engel, M. E., Fretheim, A., & Volmink, J. (2007). Patient adherence to tuberculosis treatment: A systematic review of qualitative research. PLoS Medicine, Volume 4, Nomor 7. Diakses pada 12 Maret 2024, dari https://journals.plos.org. [19]

Zumla, A., George, A., Sharma, V., Herbert, R. H., Baroness Masham of Ilton, & Oxley, A. (2015). The WHO 2014 global tuberculosis report. The Lancet Global Health, Volume 3, Nomor 1. Diakses pada 20 Maret 2024, dari https://www.thelancet.com[20].

Unduhan

Diterbitkan

30-06-2026

Cara Mengutip

Chairil, Kusumaningrum, T. S. ., & Maswarni. (2026). PENGARUH KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP OUTCOME PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIS 2020–2025. Journal of Hospital Administration and Management (JHAM), 7(1), 416–423. https://doi.org/10.54973/jham.v7i1.858